Rabu, 30 Mei 2012

silabus berkarakter


SILABUS  PEMBELAJARAN

Nama  Sekolah                           :   SD Negeri
Mata  Pelajaran                          :   Pendidikan Kewarganegaraan
Kelas / Semester                        :   V / 2
Standar Kompetensi                  :   3.    Memahami kebebasan berorganisasi.

        
No
Kompetensi Dasar
Materi Pembelajaran
Kegiatan pembelajaran
Indikator
Penilaian
Alokasi Waktu
Sumber/ Bahan
1
2
3
4
5
6
7
8
1
3.1. Mendekripsik-an pengertian organisasi

·    Pengertian organisasi.
·    Ciri-ciri organisasi.
·    Tujuan organisasi.
·    Anggota organisasi
·    Ciri-ciri organisasi (lanjutan)
·    Struktur  organisasi.
·    Tata tertib organisasi


·    Menjelaskan pengertian organisasi.
·    Mendaftar nama-nama organisasi yang diketahui siswa.
·    Berdiskusi dan memperkirakan tujuan suatu organisasi.
·    Berdiskusi dan memperkirakan anggota suatu organisasi.
·    Berdiskusi dan memperkirakan struktur suatu organisasi.
·    Berdiskusi dan
·    mendaftar sejumlah peraturan tentang suatu organisasi.
·    Menyusun suatu organisasi fiktif.
·    Merumuskan tujuan, anggota, struktur, dan peraturan organisasi fiktif tersebut.
Kognitif
·    Mendeskripsikan pengertian organisasi.
·    Menyebutkan contoh-contoh tujuan organisasi.
·    Menyebutkan contoh-contoh anggota organisasi.
Afektif
·    Berlatih menjadi pengurus aeau anggota organisasi yang baik di sekolah
Psikomotorik
·    Merumuskan contoh struktur organisasi.
·    Merumuskan contoh tata tertib organisasi
·         Lisan
·         Non tes: 
·         perbuatan
·         Bentuk:
·         Unjuk kerja
·         Instrumen
·         Lembar  penilaian
·         Tugas kelompok
·         Observasi

6  x 35             menit
·   PKn  kelas V Depdiknas 208, Setiati Widhiastutidan Fajar Rahayuningsih hal  55-59
·   PKN Kelas V,Yudistira,Rini Ningsih,MPd Hal 31-35
·   Teman
·   Lingkungan

Selasa, 22 Mei 2012

Case Study Catur Hesti Setyorini

BELAJAR DENGAN JARI MENGINSPIRASI SAYA BANYAK HAL
Oleh : Catur Hesti Setyorini
Anggota KKG Gugus Tampomas

Saya sudah mengajar sekitar 5 tahun di kelas 2, seperti biasa pada awal pelajaran saya mempersilahkan siswa untuk berdoa sebelum pelajaran di mulai. Setelah berdoa saya mengecek siswa yang tidak hadir,Alhamdulilah genap siswa saya yang hadir hari ini. Sembari berdiri saya bertanyapada siswa,”Anak- anak coba perhatikan tangan Bu Guru, sekarang hitung bersama – sama jumlah jari Bu guru!”. Secara bersama-sama mereka menyebutkanangka mulai dari 1- 10.”Bagus pinter,sekarang coba tunjukkan tangan kalian,ulangi seperti yang Bu guru lakukan tadi.” Dengan penuh semangat dan tanpa bertanya,mereka berhitung meski tak bersama-sama.” “ Nah,berapa jumlah jari kalian anak-anak...? 10 Bu Guru.......................! anak-anak menjawab dengan penuh semangat.
Sekarang Bu guru mau mengajari “Matematika” dengan materi pokoknya penjumlahan dengan teknik menyimpan.Kalian masih ingat cara mengerjakan penjumlahan anak-anak..? Masih Bu Guru...jawab anak-anak bersama.Ayo bagaimana? Saya memancing ingatan mereka,tapi sebagian dari mereka diam semua kemudian ada yang bersuara , “Yang di tambah belakang dulu bu,eeh kanan ding....” “ Iya tepat sekali.” Nah sekarang bu guru akan mengajarkan penjulahan dengan teknik menyimpan. Perhatikan ke papan tulis
35
27 +
.....
Coba kalian kerjakan soal ini secara bersama-sama dulu.Ada yang menjawab 12 Bu guru,ya benar di tulisdi belakan urut dengan angka 7,angka yang penting 12 jangan di tulis semua, tetapi hanya angka belakangnya sajaberarti berapa anak-anak? 2 Bu guru...,ya lalu saya menulis angka 2 di papan tulis,depan di hitumh jangan lupa angka yang krcil juga ikut di hitung ya Bu guru....? Ya benar. Setelah selesai saya bertanya apakah anak-anak sudah mengerti ? kelas diam. Ya sekarang Bu guru ulangi lagi ya...
46
38 +
.....
Coba sekarang hitung,setelah saya perhatikan lebih teliti ternyata hanya anak yang pandai penjumlahan yang menjawab terus. Lalu saya berinisiatif menghitung menggunakan jari. Anak-anak menjadi agak gaduh karena saling menyalahkan teman mereka. Anak-anak dengarkan Bu Guru, sekarang tunjukkan jari tangan kalian, kemudian hitung ya 5+4 = tangan 5 dan 3. Sekarang dijumlahkan semua ada berapa anak-anak...? 8 Bu guru,....” “ Ya betul. Sekarang coba soal yang Bu guru tulis di papan tulis kemudian coba hitung 6+8 =berapa anak-anak...? Oh ya cara menghitungnya begini, angka yang atas diucapkan dalam hati kemudian angka yang bawah di sesuaikan denganjari, jadi setelah 6...sampai kedelapan ditekuk semua. Berapa ketemunya? 14 Bu guru...ya sekarang tulis 4,ingat yang kecil saja. Selanjutnya angka yang depan di jumlah berapa hasilnya? 8 Bu guru....ya benar..jadi hasilnya 84. Begitu cara menhitungnya anak-anak.,sekarang sudah bjsa, bisa Bu guru...ok kalo begitu, coba sekarang bu guru beri soal kalian kerjakan sediri ya.baik bu guru..........
Lalu saya menulis 5 butir soal....,anak-anak mulai mengerjakan soal tersebut sesekali ada suara menghitung, kemudian ketemu...!, lalu 10 menit kemudian anak-anak sudah selesai mengerjakan soal. Sembari saya mengoreksi pekerjaan siswa saya mempersilahkan siswa yang mau mengerjakan soal di papan tulis . Selasai mengoreksi pekerjaan siswa yang ada di buku tulis,saya bersama anak-anak mengoreksi jawaban yang di papan tulis,dengan demikian saya akan lebih tahu sejauh mana anak paham dengan penjelasan saya tadi. Setelah selesai saya menyuruh anak untuk membetulkan jawaban yang ada di papan tulis.
Di akhir pembelajaran sebagai refleksi , saya mengajukan pertanyaan kepada siswa “ Apakah Anak-anak senang ini dengan pelajaran hari ?” semua siswa diam sejenak kemudian ada yang berbisik dengan temannya,lai lalu semua anak menjawab “ Senang Bu Guru.” “ Kenapa?” Tanya saya “Karena jadi gampang ngitungnya Bu Guru.”. Saya tersenyum dalam hati saya berkata ( Saya merasa senang karena ternyata metode yang saya gunakan dalam mengajar tadi berhasil menarik minat belajar siswa),berawal dari minat belajar siswa nantinya prestasi siswa juga akan meningkat,

Proposal PTK Bahasa Indonesia

PROPOSAL
PENELITIAN TINDAKAN KELAS

Oleh :
NANI HASANAH,S.Pd.SD









PROPOSAL
PENELITIAN TINDAKAN KELAS

A. JUDUL
UPAYA PENINGKATAN MINAT DAN KEMAMPUAN MENULIS KARANGAN MELALUI PENDEKATAN KETERAMPILAN PROSES BAGI SISWA KELAS V SD NEGERI 3 GENTANSARI PADA SEMESTER II TAHUN AJARAN 2010/2011

B. Latar Belakang
Pelajaran Bahasa Indonesia bagi anak – anak terutama mengarang terasa sangat membosankan dan siswa merasa kesulitan dalam menuangkan idenya dalam bentuk tulisan.
Hal tersebut dapat guru rasakan ketika itu hari Rabu tanggal 9 Pebruari 2011 seperti biasanya Saya masukke kelas siswa sudah dan ketua kelas menyiapkan dan memberi salam sayapun menjawab salam mereka. Dilanjutkan dengan mengabsen siswa ternyata hari itu ada satu siswa yang tidak masuk yaitu Akhmad Mutaqin. Sayapun menanyakan,”Kenapa Akmad tidak masuk hari ini,ada yang tahu anak-anak? Tanyaku. Serentak anak menjawab.” Tadi nangis Bu Guru padahal sudah berpakaian seragam lengkap” jawab anak-anak. “Lho kenapa,kok tidak jadi berangkat?”. “Minta uang saku tidak di beri bu guru”. “ Anak-anak baikkah perilaku Akhmad yang tidak mau berangkat sekolah karena tidak diberi uang saku?” “Tidaaaak” anak-anak riuh menjawab.
“Baiklah anak –anak hari ini jam pelajaran pertama adalah bahasa Indonesia dan materi pada pagi hari ini adalah menulis cerita atau karangan.” “Akh sebel “ku dengar seorang anak bergumam, dan anak – anak yang lainpun terlihat tidak bersemngat. Dalam benakku aku bertanya mengapa mereka tidak bersemangat?
Melihat kondisi siswa seperti itu akupun mengajak siswa untuk menyanyikan lagu “Naik Delman”
Pada hari Minggu
Ku turut Ayah Ke Kota
..........................................
Anak-anak terlihat mulai kembali bersemangat,Akupun kembali ke materi pelajaran, nah anak –anak........, akupun menjelaskan langkah – langkah menulis karangan mulai dari menentukan tema,sampai membuat kerangka karangan dan mengembangkannya menjadi paragrap,anak – anak diam memperhatikan,setelah selesai menerangkan akupun bertanya,Anak – anak sudah jelas belum?’ Anak- anak terdiam lalu ada yang menjawab “ Sudah.” Setelah itu Saya memberi tugas menulis karangan berdasarkan pengalaman anak.
Anak-anakpun mengerjakan ,dan saya berkeliling sambil melihat pekerjaan anak.
Setekah 30 menit berlalu saya meminta anak mengumpulkan tugasnya.Namun harapanku jauh dari kenyataan ternyata dari 17 siswa, hasil belajar yang sesuai dengan kriteria menulis cerita hanya 3 orang itupun dalam penulisannya masih banyak pengulangan kalimat yang sama
Di akhir pelajaran saya menanyakan kepada anak – anak apa sebenarnya kesulitan dalam menulis cerita. Dari hasil jawaban anak – anak mayoritas mereka sulit mengungkapkan kalimat dan menuangkannya dalam tulisan, akhirnya pelajaran Bahasa Indonesia hari itu saya akhiri dengan perasaan yang masih mengganjal.
Setelah melakukan refleksi diri dan dengan hasil diskusi dengan teman sayapun akan mengulang kembali materi tersebut dengan menggunakan media gambar seri dan pendekatan keterampilan proses, hal ini saya lakukan karena menulis merupakan pelajaran yang sangat penting bagi perkembangan kemampuan belajar siswa pada mata pelajaran lainnya.


C. Perumusan Masalah
Pokok permasalahn yang akan di cari solusinya dalam penelitian tindakan kelas kali ini adalah siswa belum mampu atau kesulitan dalam menuangkan ide atau gagasan ke pada pembelajaran menulis karangan.
“ Strategi Pembelajaran apakah yang dapat meningkatkan minat dan kemampuan menulis siswa pada materi menulis karangan di Kelas V SD.

D. Cara Pemecahan Masalah
Setelah melakukan refleksi terhadap hasil pembelajaran dan mendiskusikannya dengan teman sejawat,permasalahan seperti dikemukakan tersebut di atas ,maka dalam penelitian ini akan digunakan Strategi Pembelajaran melalui Pendekatan Keterampilan Proses dan menggunakan media gambar dapat digunakan sebagai alternatif..

E. Tujuan dan Manfaat PTK
Tujuan Penelitian Tindakan Kelas ini adalah untuk :
Meningkatkan minat dan kemampuan siswa dalam menulis karangan dengan melalui pendekatan keterampilan proses dan penggunaan media gambar.
Hasil Penelitian ini diharapkan dapat bermanfaatbagi :
a. Saya pribadi, yaitu untuk meningkatkan efektifitas pembelajaran Bahasa Indonesia dan meningkatkan kinerja saya dalam mengajar.

b. Rekan guru SD lainnya yang mengajar dikelas V, hasil penelitian ini diharapkan dapat memberikan masukan atau alternatif pembelajaran Bahasa Indonesia.

c. Siswa,penelitian ini diharapkan dapat mendorong siswa dalam meningkatkan minat dan kemampuan menulis karangan.

F. Kajian Pustaka

1. Kemampuan Menulis
Menulis pada hakikatnya adalah melukiskan lambang-lambang grafis yang menggambarkan suatu bahasa yang dipahami seseorang untuk dibaca orang lain yang dapat memahami bahasa dan lambang-lambang grafis itu (HG Tarigan, 1983:21).
Sebagai bentuk penuangan gagasan, jenis-jenis tulisan berdasarkan tujuan yang disampaikan ada bermacam-macam. Keraf (1995:6-7) membagi jenis tulisan menjadi lima yaitu (1) eksposisi, (2) argumentasi, (3) persuasi, (4) deskripsi, dan (5) narasi. Selanjutnya dikemukakan bahwa persuasi merupakan varian dari argumentasi.
Gorys Keraf (1984: 8-9) mengemukakan bahwa manfaat menulis, yaitu untuk (1) mengenal diri sendiri, (2) lebih memahami orang lain, (3) belajar mengamati dunia sekitar dengan cermat, dan (4) untuk mengembangkan proses berpikir secara jelas dan teratur.
Dalam proses menulis sekurang-kurangnya mencakup lima unsur, yaitu (1) isi karangan, (2) bentuk karangan, (3) tata bahasa, (4) gaya, dan (5) ejaan dan tanda baca (Harris, 1974:68).
Dari beberapa pendapat tersebut, dapat disimpulkan bahwa proses menulis akademik, tahap-tahap menulis meliputi (1) tahap prapenulisan, (2) tahap penulisan, dan (3) tahap perbaikan (revisi). Tulisan yang baik mempunyai ciri-ciri (1) mudah, (2) berterima, (3) ekonomis, (4) tepat, (5) langsung, (6) utuh, dan (7) gramatikal.
2. Penguasaan Struktur Bahasa dalam Menulis
Aspek penguasaan struktur bahasa (gramatikal) merupakan salah satu dari bekal kemampuan menulis. Penguasaan terhadap struktur bahasa berarti kemampuan untuk mengetahui struktur bahasa sesuai dengan kaidah yang berlaku.
Dalam perkembangan sekarang, struktur bahasa bahkan bukan hanya tata bunyi, tata bentuk, tata kalimat, dan tata makna, melainkan sudah sampai kepada tata wacana.
3. Kaitan Teknik Penulisan dengan Kemampuan Berbahasa dalam Menulis
`Teknik penulisan (ilmiah) mempunyai dua aspek, yaitu (1) gaya penulisan (membuat ilmiah) dan (2) teknik notasi dalam menyebutkan sumber dari pengetahuan yang digunakan dalam penulisan. Komunikasi (ilmiah) harus jelas dan tepat yang memungkinkan proses penyampaian pesan yang bersifat reproduktif dan impersonal.
Dalam penyusunan paragraf, penguasaan kalimat oleh para pembelajar sangat penting karena kalimat merupakan pendukung paragraf yang merupakan dasar pokok karangan. Karangan yang baik terdiri atas susunan kalimat yang baik.
4. Pendekatan Keterampilan Proses
Pendekatan Keterampilan Proses adalah suatu pengelolaan kegiatan belajar mengajar yang berfokus kepada penglibatan siswa secara aktif dan kreatif dalam proses pemerolehan hasil belajar.
Tahap-tahap Pendekatan Keterampilan Proses dalam pembelajaran menulisseperti yang dikemukakan oleh Djago Tarigan dan Hg Tarigan dalam ( Supriyadi 1987 : 23,25) sebagai berikut,
a. Mengamati
b. Menggolongkan
c. Menafsirkan
d. Menerapkan
e. Mengomunikasikan
G. Rancangan dan Metodologi Penelitian
1. Penataan Penelitian
Penelitian ini akan dilakukan di SD Negeri 3 Gentansari Kecamatan Pagedongan, Kabupaten Banjarnegara, Kelas V dengan jumlah siswa 17 dalam mata pelajaran Bahasa Indonesia Materi Pokok menulis karangan. Pembelajaran akan dilakukan pada Semester II Tahun Pelajaran2010/2011.

2. Aspek- aspek yang diselidiki
Dalam penelitian ini aspek-aspek yang akan diselidiki adalah :
• Minat belajar siswa terhadap pembelajaran menulis karangan.
• Kemampuan menulis siswa.

3. Langkah-langkah kegiatan
a. Persiapan
• Mengkaji teori-teori yang mendukung / kepustakaan.
• Menyusun perangkat pembelajaran (RPP,LKS,Instrumen penilaian,dan menyiapkan media/alat/bahan)
• Menyiapkan media pembelajaran
• Menyusun instrumen penelitian
• Mendiskusikan dengan rekan sejawat yang akan diminta menjadi observer.
b. Pelaksanaan
• Pelaksanaan penelitian akan dilakukan selama 2 siklus. Siklus 1 melaksanakan pembelajaran menulis pokok-pokok karangan,siklus 2 melaksanaan pembelajaran menulis karangan mengembangkan poko-poko karangan .
• Mengembangkan perangkat pembelajaran (RPP,LKS,Instrumen penilaian,dan menyiapkan media/alat/bahan yang digunakan ).
• Melaksanakan Pembelajaran sesuai RPP.
• Meminta rekan guru mengobservasi pembelajaran
• Pengumpulan data yang dilakukan melalui tes,observasi pembelajaran (dengan fokus pada aspek-aspek yang akan diteliti),wawancara siswa mengenai kesulitan siswa ketika menuangkan ide/gagasan ke dalam bentuk cerita/karangan.
C. Analisis
Analisis data di fokuskan pada peningkatan minat dan kemampuan menulis siswa dan deskripsi keterlaksanaan Pendekatan keterampilan proses dan penggunaan media gambar.
Analisis produk siswa berupa hasil karangan siswa melalui LKS akan dianalisis keruntutan tulisan siswa.

Daftar Pustaka
BNSP,2006,Standar Kompetensi Mata Pelajaran Bahasa Indonesia SD/MI,Jakarta:BNSP
Elina Syarif,Zulkarnaini,Sumarmo,2009, Pembelajaran Menulis,Jakarta Departemen Pendidikan Nasional.
Rahadi,Aristo,2003,Media Pembelajaran,Jakarta Departemen Pendidikan Nasional.










Case study